1
Klinik Sehati
Pernahkan Anda saat mengikuti upacara bendera di lapangan atau sedang menghadapi satu resepsi mendadak jantung berdebar-debar, berdegup kencang, kepala serasa ringan, badan lemas serta keluar keringat dingin, pandangan berkunang-kunang dan akhirnya gelap lalu jatuh pingsan?

Penyebab kejadian seperti itu bisa karena jantung kita lemah atau memiliki kelainan, tapi bisa juga karena faktor luar. Sebagian besar kasus pingsan yang bukan karena kelainan jantung (sinkop non kardik) menurut para ahli, lebih disebabkan karena terkena hipersensitivitas vagus. Vagus adalah saraf otak kesepuluh yang berada pada organ bagian dalam tubuh dan sangat berpengaruh terhadap frekuensi detak jantung.

Hipersensitifitas vagus berawal dari kecendrungan terkumpulnya sebagian darah dalam pembuluh vena bawah akibat gravitasi bumi karena berdiri lama misalnya, hal ini menyebabkan jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang serta tekanan darah sistoliknya menurun. Guna mengatasi penurunan tersebut, otomatis timbul refleks berupa bertambahnya frekuensi dan kontraksi jantung.

Pada seseorang yang hipersensitif, bertambahnya frekuensi dan kontraksi ini justru mengaktifkan reseptor mekanik yang ada pada dinding balik jantung kiri. Efeknya frekuensi detak jantung berbalik menjadi lambat, pembuluah darah tepi melebar dan kemudian terjadi tekanan darah rendah (hipotensi) sehingga aliran darah ke susunan saraf terganggu. Disinilah pingsan (sinkop) terjadi

Mencegah pingsan

Untuk mencegah agar jangan sampai pingsan, sewaktu gejalanya terasa masih ringan, baru terasa berdebar-debar misalnya, coba gerak-gerakan tungkai atau kaki, serta sekali-kali batuk kecil. Cara tersebut dapat juga dibantu lagi dengan mengalihkan perhatian kita sesaat. Misalnya kalau sedang berada dalam suatu upacara perhatikanlah peserta lain di depan kita satu persatu, mengingat-ingat kejadian menyenangkan yang pernah kita alami atau menggumankan lagu favorit Anda.
Kalau dengan cara tersebut gejala tidak berkurang, tapi malah semakin parah, mengeluarkan keringat dingin dan kepala terasa melayang, apa boleh buat! Lebih baik Anda segera jongkok, duduk atau mundur mencari tempat berbaring agar tungkai dapat dinaikkan lebih tinggi dari kepala. Biasanya dalam waktu singkat akan terasa lebih nyaman dan pulih kembali. Apalagi jika ditambah dengan minuman segar.

Sementara kalau kita harus menolong orang pingsan, sebaiknya lakukan tips praktis berikut ini :
Baringkan penderita ditempat tidur dengan kepala dimiringkan. Hati-hatilah agar posisi kepala jangan ditinggikan.
Bila penderita berada di kursi dorong kepala kebawah diantara kedua lututnya
Longgarkan pakaian yang ketat agar aliran darahnya tidak terganggu.
Bila perlu oleskan garam yang berbau tajam, atau teteskan air dingin di kening atau leher untuk mempercepat pulihnya kesadaran.
Jangan memberikan apapun lewat mulut apabila penderita belum sadar
Panggil dokter atau ambulans bila tidak kunjung sadar.
Karena kerah baju ketat

Comments

Who Upvoted this Story